Kamis, 09 April 2015

Pentingnya Business Analytics/Business Intelligence daripada hanya Sekedar Kerja

Dalam sebuah perusahaan pasti selalu berujung kepada Profit, alias profit oriented, bagaimana caranya? mudahnya ya dengan melakukan efektifitas dan efisiensi dalam melakukan produksi. efektif dan efisien kata yang mudah, namun banyak parameter/faktor-faktor yang membuat sesuatu efisien dan efektif, apalagi dalam perusahaan yang besar. satu divisi satu dan lainnya saling berkaitan satu sama lain.
Dalam perusahaan konvensional hanya mengandalkan inti usahanya (core business) untuk mendulang untung, namun seiring berkembangnya perusahaan asset semakin banyak, beban semakin banyak, dan karyawan semakin banyak. jika tidak dapat mengelolanya dengan benar, maka bukanya provit yang didapat, namun bisa menjadi malapetaka.
Untuk membuat perusahaan tetap sehat dan harmonis tentunya dibutuhkan seorang pengambil keputusan (Pemimpin Perusahaan ) untuk mengarahkan perusahaannya akan dibawa kemana, ironisnya banyak kebanyakan pengambil keputusan hanya mengandalkan intuisinya, atau mungkin juga bisikan dari orang lain. sehingga sering keputusan yang diambil bukannya membawa keuntungan malah membawa kebuntungan. kita bisa lihat dari Contoh-contoh berikut ini :
Contoh Kasus :
Sebuah Bank C : akan memperkenalkan produknya, yaitu menabung sekian juta akan dapat cashback sekian kepada nasabah, diputuskanlah caranya dengan menelpon semua nasabah melalui call centre. dengan biaya yang tidak sedikit inilah mereka bekerja, namun hasilnya?? banyak nasabah yang terganggu, karena ternyata mereka tidak minat sama sekali, bahkan saldo pun tidak ada tetap ditelpon .  cara seperti ini punya cost yang besar dengan return yang sedikit. maka diperlukan analisa customer mana yang tepat untuk ditawarkan produk tersebut.
Sebuah Perusahaan Distributor X : akan menjual produknya kepada customer, dia import barang dari Italia, namun karena prediksi permintaan dan stok tidak seimbang, maka banyak barang yang sudah diimport ternyata terlalu banyak yang menumpuk di gudang. hal ini menyebabkan kerugian. maka diperlukan analisa, berapa prediksi barang yang diimport yang kira-kira sesuai dengan permintaan customer.
Bank X: mempunyai ratusan ribu mesin ATM di seluruh indonesia,masing-masing memiliki cost operasional yang tidak kecil, Bank menempatkan dana tunai di tempat tersebut , yang artinya itu dana tidak bergerak. jika ATM tidak bertransaksi secara maksimal, maka Bank rugi berlipat-lipat. Jika ada banyak ATM yang tidak optimal karena lokasi tidak tepat, maka bank akan semakin banyak menanggung cost. Maka diperlukan analisa untuk menentukan ATM mana yang tidak optimal dan perlu dipindahkan lokasinya.
PT logistik Y : mempunyai ratusan truck yang beroperasi dengan banyak merk, masing-masing punya karakteristik dan yang berbeda-beda, ketika belum ada analisa, mereka menyama ratakan cost yang dipakai disetiap truck sekian rupiah per KM, namun ternyata ada yang kurang ada yang lebih. setelah analisa didapatkanlah rumusan yang tepat untuk setiap truck.
PT Bank B : memiliki ratusan  banyak produk, yang masing-masing produk mempunyai biaya maintenance, baik itu dari segi marketing maupun administrasi. biaya marketing yang tinggi untuk seluruh produk menyebabkan bengkaknya biaya.padahal tidak sedikit produk yang tidak memberi revenue yang maksimal. sehingga pengambil keputusan butuh tau mana produk yang harus di take out, untuk meminimalisasi cost.
masih banyak contoh-contoh lain yang ternyata Analisa dalam pengambilan keputusan sangat penting.
Disinilah dibutuhkan pengalaman, pengalaman dapat diambil dari data-data yang telah disimpan lama dalam catatan-transaksi bisnis anda. Dengan analisa data atau bisa juga kita sebut Business Intelligence kita dapat mengetahui aspek-aspek apa saja yang membuat keputusan kita menjadi tepat. Memonitor Bisnis kita, Menilai Bisnis Kita, dan Memprediksi bisnis kita sehingga Output dari analisa adalah Efektif dan Efisien.
Kerja tidak hanya sekedar kerja, namun kerja yang berdasarkan data dan fakta. Bagaimana caranya, tentunya keakuratan data adalah segalanya dalam hal ini, data yang kita ambil harus akurat, analisa akurat, dan terjadilah prediksi yang akurat.
Kerja yang tepat dengan sasaran, meminimalkan resiko dan meningkatkan keuntungan.
Kliksave : arifandhika.wordpress.com/

Strategi Bisnis Perusahaan Melihat Histori dan Meramal Masa Depan


Forecasting

Bisnis bukan hanya berbicara mengenai keuntungan, namun jika ingin bisnis kita stabil dan bertahan lama, kita tidak hanya melakukan hal yang itu-itu saja, namun kita harus bisa mengarahkan dan meramalkan bisnis kita. konsep yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah kita harus bisa belajar dari pengalaman-pengalaman, harus tahu apa yang gagal dan apa yang berhasil dari yang sudah dilakukan.



Namun banyak pelaku bisnis yang bersandar kepada insting mereka untuk menilai masa lalu, ooo iya waktu itu gagal ya, ooo iya waktu itu berhasil ya, jika bisnis kita masih relatif kecil, mungkin sangatlah mudah untuk menilai hal tersebut, namun jika bisnis kita besar dan jumlah transaksi yang sangat banyak, tentulah tidak mungkin kita menilai kegagalan dan keberhasilan satu persatu. diperlukan sebuah teknik untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu Bisnis Intelejen. Bisnis Intelejen membantu kita mengamati data yang terjadi di perusahaan kita, mengelompokkan perilaku-perilaku yang sama dan membandingkan antar produk-produk yang sama, dan perbandingan trend antar waktu, sehingga trend tersebut bisa dijadikan patokan atau setidaknya dasar untuk menentukan dan meramal kejadian masa depan. atau dalam dunia bisnis intelejen disebut Budgeting and Forecasting. sehingga laju bisnis di akan datang bisa ditentukan nilainya, gagal atau berhasil.
Untuk Forecasting atau peramalan , banyak teknik -teknik yang bisa digunakan http://en.wikipedia.org/wiki/Forecasting, tentunya masing-masing forecasting mempunyai strong and weakness, nah nantinya bisnis anda akan memiliki pola forecasting tertentu yang pada akhirnya bisa digunakan terus menerus bagi perusahaan anda.
kliksave : https://arifandhika.wordpress.com

Pengertian SOA (Service Oriented Architecture) dan Manfaat bagi Perusahaan


SOA meta-model, The Linthicum Group, 2007
Di dalam dunia pemerograman Komputer Jika kita pernah mengenal Object Oriented Programming (OOP), kini dunia bisnis dapat berfikir secara service oriented.
SOA adalah solusi yang dapat digunakan untuk efektifitas dalam pengembangan system.
SOA ( Service Oriented Architecture) adalah Arsitektur yang dibangun dengan berorientasi kepada service.
Tantangan Perusahaan
Dalam bisnis perusahaan akan selalu mendapatkan tantangan, yang datang dari permintaan pelanggan dan persaingan pasar. Hal ini menuntut perusahaan agar secara cepat merespon dengan membuat inovasi. Namun inovasi ini terbentur dengan teknologi yang sedang berjalan di perusahaan. Hal ini mengakibatkan cost yang besar ketika akan melakukan inovasi. Hal inilah yang akhirnya membatasi perusahaan dalam berinovasi. Dilain pihak tantangan itu tidak akan berhenti. Pelanggan bisa saja tidak loyal dan pesaing melakukan invoasi yang lebih canggih.
Menjawab tantangan
Ketika kita berpikir dengan arsitektur tradisional, tentunya akan sulit dan butuh effort yang besar untuk berinovasi. Bisnis proses yang terlanjur berjalan dengan aplikasi-aplikasi yang ada. Ternyata mempunyai platform dan tempat yang berbeda. Dengan SOA hal ini dapat dipecahkan. Bisnis proses dipecah kedalam service-service. Service adalah bagian dari bisnis proses yang kumpulan fungsi, prosedur atau proses yang memberikan respon jika diminta.Service ini dapat saling berkomunikasi walaupun berbeda platform.


Berfikir secara service oriented. SOA adalah solusi yang dapat digunakan untuk efektifitas dalam pengembangan system.

Kamis, 02 April 2015

Strategi Manajemen Merek

Strategi Bisnis – Konteksnya dalam Merek

Mendefinisikan strategi bisnis harus dilakukan pertama kali, diikuti oleh penciptaan merek dan arsitektur merek utnuk mendukung strategi tersebut. Pemahaman strategi bisnis dan juga tuntutan apa yang harus dilakukan manajer merek, dapat disederhanakan dengan menjawab 2 pertanyaan :

  • Bagaimana cara kita berkembang dan pada level resiko apa mungkin saja kita dapat gagal
  • Nilai-nilai apa yang akan menggerakkan bisnis kita
Pertumbuhan, branding dan manajemen resiko – lingkaran pelindung (halo) merek. Halo merek dapat mengurangi resiko pertumbuhan, tetapi pastikanlah anda tahu apa tujuan pertumbuhan anda.
  1. Pada pengembangan produk baru, mungkin ritel bisa menyediakan contoh mencolok, namun dan area pembuatan merek industrilah, efek halo ini paling banyak bernilai.
  2. Penganekaragaman untuk pertumbuhan
  3. Penganekaragaman untuk keluar dari penurunan
  4. Memasuki pasar baru
Segmentasi – Sumber dari Keuntungan Kompetitif

Segmen ialah sekelompok orang dengan kebutuhan, persepsi, tingkah laku dan perilaku yang sama, memikirkan tawaran anda dan twaran seperti anda. Proses segmentasi dapat memecah grup-grup menjadi segmen-segmen mikro atau bahkan menjadi individu.


Memposisikan Merek –Mendapatkan Tempat dalam Pikiran Pelanggan

Positioning (menentukan posisi) tidaklah mudah, berikut ini adalah semua jenis kesalahan dalam positioning yang menanti anda :

  1. Positioning yang terlalu rendah, jika anda tidak memiliki sesuatu yang khusus, anda sulit mengambil tempat dalam pikiran pelanggan, tidak memberikan mereka alasan untuk membeli, bahkan peduli.
  2. Positioning yang terlalu tinggi, anda bersikap terlalu spesifik jadi saat pembeli sedikit tercapai, anda sudah selesai.
  3. Positioning yang membingungkan, saat anda baru saja mencoba melakukan banyak hal sekaligus maka muncul kontradiksi dan konflik.
  4. Positioning yang tidak relevan, jadi merek anda dapat menghilangkan kotoran dari dalam radiator milik saya tanpa saya harus melepaskannya..siapa yang peduli?
  5. Positioning yang meragukan, membuat pernyataan yang tidak dapat dipercaya dan hanya mereka yang sangat mudah tertipu yang akan menjdai pelanggan anda.
Beberapa proses berikut disadur dari Philip Kotler, bertujuan untuk membantu menghindari kesalahan-kesalahan yang sangat merugikan.
a. Menentukan positioning yang luas, sesuai bentuk dari strategi bisnis anda.
b. Untuk setiap target atau segmen pasar, kembangkan positioning yang spesifik, mungkin didasarkan pada daftar yang jelas dari manfaat-manfaat yang telah ditetapkan.
c. Mengidentifikasi konteks nilai dari merek.
d. Mengembangkan manfaat yang diharapkan dari pengalaman pelanggan secara penuh

.
 Perluasan Merek – Lebih dari Sekedar Krim Keriput

Sebuah merek yang mencapai kematangan sering kali adalah hasil dari kesuksesannya sendiri melahirkan serangkaian produk yang membanjiri pasar, merusak permainannya bagi setiap orang. Mungkin saatnya akan datang ketika kematangan tak dapat terhindari, tidak soal augmentasi baru apa yang diupayakan. Sekitar 2 dari 3 peluncuran produk baru adalah contoh dari perluasan merek. Di sinilah merek yang ada digunakan untuk mendukung peluncuran produk baru. Alasannya jelas-peluncuran produk baru sangat beresiko, kebanyakan gagal, dan menggunakan ‘halo’ merek yang ada.


Arsitektur Merek – Menyatukannya

Unilever memliki lebih dari 1.500 merek yang digunakan di dunia, yang kebanyakan tidak kita ketahui ternyata berasal dari parent company ini, sementara hampir semua yang dijual Microsoft, Virgin, Mitsubishi, Yamaha atau Shell, merupakan variasi besar yang berada di bawah nama korporasi sama.
Arsitektur merek adalah ilmu yang mempelajari konfigurasi berbeda-beda. Sebagai titik awal, contohnya, sebuah perusahaan dengan merek-merek yang dimilikinya dan beberapa merek baru potensial yang telah direncanakan. Haruskan merek-merek ini dikembangkan, atau mungkinkah mereka akan mendapatkan manfaat jika dibangun menjadi arsitektur yang lebih seragam?
Semakin serupa pasar-pasar yang berbeda yang dibidik dan semakin serupa nilai mereknya, maka cakupannya semakin luas bagi merek korporasi dengan semua manfaat efisiensi dan ekonomi skala. Jika tidak ada kesamaan antara pasar dan nilai merek yang cukup berbeda bagi setiap proporsi, maka dibutuhkan keunikan merek produk yang lebih besar lagi.


MANAJEMEN MEREK – IMPLEMENTASINYA

Jika penempatan merek adalah tentang bagaimana menemukan atau menciptakan ruang yang relevan di dalam pikiran pelanggan, maka implementasi merek adalah tentang bagaimana melekatkan definisi merek ke dalam ruang tersebut.

Membangun Asosiasi-Asosiasi Positif – Moment of Truth

Tanggung jawab manajer merek untuk memastikan agar setiap interaksi merek dengan pelanggan membangun dan mempertinggi definisi merek, yang juga mencakup plihan mengenai nama, logo, desain kemasan, pendekatan penjualan, manajemen hubungan pelanggan, periklanan, penampilan pada POS (Point of Sale), karakteristik produk dan lain-lain. Beberapa unsur yang dapat membantu membangun asosiasi positif dan melekatkan definisi merek ke dalam pikiran pelanggan :
– nama
– logo dan slogan
– kemasan
– hubungan dengan pelanggan
– penemuan interaksi dan asosiasi yang baru


Periklanan – Bukan Keseluruahan Cerita

Branding bukanlah suatu latihan dalam periklanan. Jika hal itu yang diyakini, pastilah ada resiko terlihat sebagai kegiatan yang mahal, tak dapat diandalkan dan akhirnya berlangsung hanya sebentar saja. Tidak punya anggaran iklan bukan berarti anda tidak dapat memiliki merek.



Periklanan adalah bagian dari bauran periklanan bersamaan dengan produk, pelayanan, kemasan, tujuan penjualan dan harga – dan semua ini adalah untuk mendukung posisi merek. ada banyak alasan mengapa periklanan cenderung memperoleh tingkat perhatian yang tinggi, karena kita semua berpikir bahwa kita ahli dan kita semua punya suatu opini.

Namun hal itu akan menjadi buruk jika mengarah pada home made ad yang mengerikan. Ada pula beberapa alasan lagi yang dapat dibenarkan :

a. Iklan itu mengeluarkan biaya yang besar
b. Jika dilakukan dengan buruk, seluruh proposisi dapat runtuh
c. Jika dilakukan dengan baik, periklanan dapat menggambarkan seluruh perpaduan itu.

TIP DAN TRIK MEMBUAT IKLAN

Anda ingin membuat iklan yang paling berpengaruh? cobalah gaya editorial, alih-alih gaya konvensional. Penelitian menunjukan bahwa iklan bergaya editorial lebih memungkinkan dibaca 5x dibandingkan yang gaya konvensioanal. Ulangilah iklah yang sukses. Menurut penelitian, anda masih bisa mengulangi iklan cetak anda paling tidak empat kali, tanpa kehilangan efektifitasnya. Jika anda menggunakan sub-judul, buatlah agar berfungsi sebagai kepala berita kedua yang berisi pesan yang membangun minat. Agar pembaca tidak lelah dan selalu perhatian.

Cara Jitu Tembus Pasar Dunia

Siapa bilang ekspor itu( tidak) susah?

Anda pintar berkreasi dan menghasilkan karya yang berkualitas,khas,serta bernilai jual? Anda ingin produk anda merambah seantero dunia? Anda ingin mejajal mengekspor produk anda?
            Jika jawabannya adalah “ya”,yang disusul dengan “tapi”, saya tidak tahu caranya mencari pembeli luar negeri dan tidak paham regulasi ekspor.Saya juga bukan lulusan sekolah bisnis onternasional,marketing, atau ekonomi,anda harus melanjutkan membaca buku ini.
            Saya boleh saja bertahun-tahun menekuni bidang ekspor (khususnya mebel) dan bisa jadi darah tenaga marketing ekspor sudah begitu kental mengalir di dalam darah saya. Namun, percaya atau tidak, saya sama sekali tidak berbakat membuat produk atau kerajinan tangan apapun. Saya cuma bisa menjual. Kadang-kadang  saya ingin begitu punya tangan yang terampil dan kreatif yang bisa menghasilkan karya yang “saya banget” dan bisa saya ekspor. Tetapi,ya itulah,saya ini cuma bisa jualan. Dalam dunia ekspor,orang seperti saya ini biasa disebut marketing ekspor.
            Sebelum masuk kedunia ini saya sama sekali tidak menyangka dengan industry ekspor ini. Hal yang saya kulik dari bangku kuliah malah karya-karya William Shakespeare, Jane Austen, Ernest Hemingway, Sara Teasdale, Bronte Sisters, Charles Dickens, dan bannyak lagi sastrwan kelas dunia lainnya. Yup, karena saya dididik di Sastra Inggris.Kemudian saya kecemplung ke Sasta ekspor. Cukup aneh, but trust me it is best to learn by doing.
            Jadi kalau anda mampu menghasilkan produk yang berkualitas, dan bernilai jual,Anda pasti bisa mengekspor lebih baiik daripada saya (apalagi,kalau Anda mengecap sekolahan yang berbau bisnis semacam marketing,ekonomi,bahkakn internasional bisnis.Tapi jangan kaget jika kenyataan in the  real work mungkin beda dengan pelajara-pelajaran pada masa kuliah).
            Lalu Anda mungkin akan berkata lagi,”Tapi,ekspor kan butuh modal yang besar?” Bisa jadi.Tapi banyak celah yang bisa ditembus kalau anda tatu bagaimana cara untuk “nyalip”,dan ikut unjuk gigi dengan produk anda,jangan khawatit dengan status usaha anda yang masih skala rumahan. Mind set bahwa bisnis ekspor adalah bisnis besar yang tak terjangkau,itulah kali pertama yang harus diluruskan.

Why Don’t We sell Ourselves?

            Kita tentu menyadari bahwa banyak orang Indonesia yang tangannya “hidup” dan mampu menghasilkan karya yang berkualitas.Namun,sayangnya, segala bakat alam nan hebat itu rupanya belum cukup untuk membuat pamor negara kita bergabung di dunia internasional. Terbukti, masih terlalu banyak orang asing yang tahu keberadaan Indonesia hanya sebatas Jakarta dan Bali.
            Padahal,Indonesia sangat indah dan dan kaya akan seniman hebat tempaan alam.Sudah banyak  produk Indonesia yang menembus pasar ekspor hampir keseluruh penjuru dunia.Orang asing saja bisa menyadari betapa kayanya Indonesia dan betapa tinggi daya jualnya,tapi kita sendiri kadang malah kebingungan “menjual” diri.
            Lebih ironis lagi,orang Indonesia malah lebih seru memburu produk impor semacam sofa kulit dari Italia. Well, let me tell you. Once upon a time, disebuah kota bernama Solo, ada sebuah perusahaan yang khusus menerima order berbagai produk seperti box,laundry basket,bowl,sampai berbagai mebel yang terbuat dari rotan secar eklusif dari IKea.
            Karena itu saya Cuma senyam-senyum kalau ada teman yang dengan bangga memamerkan pernak-pernik Ikea yang dibeli dari luar negeri. Itu bicara produk rilisan luar negeri yang ternyata produksi Indonesia,belum lagi bicara harga,diluar negeri sana,Ikea terkenal sebagai merek mebel dan perlengkapan rukah berharga murah dan sudah pasti menjadi incaran mahasiswa atau keluarga yang ber-budget mepet.
            Namun harga produk ikea yang ada diluar negeri itu,bahkan, membuat saya tertawa geli meski untuk ukuran orang buke berduit dolar atau poundsterling,harga itu sangat tidak seberapa. Bagaiman di pabrik produksinya di Solo saja harga yang ditetapkan Ikea bisa jadi hanya seperlima dari harga jual mereka. Mepet sekali keuntungan bagi mereka perajinnyayang orang-orang Indonesia itu. Namyn daripada memikirkan sisi negatifnya,lebih baik kita berbangga hati saja karena hasil karya tangan terampil orang Indonesia bahkan diakui oleh brand internasional. Jadi,kenapa kita tidak menjual diri saja?masa sih perusahaan asing yang bisa “menjual” kita.
We Are Marketers for Ourselves
            Tidak berbeda dengan usaha lain,yang namanya marketing pastinya kerjanya berjualan. Namun,untuk sebagian orang, jualan sampai ke ujung dunia rasanya terlalu pusing untuk dipikirkan,apalgi diwujudkan. Walhasil, niat dan impian hanya berhenti sampai di titik kepusingan itu.Begini,supaya seorang tenaga marketing ekspor tidak terlalu absurd dalam imajinasi Anda,ada baiknya Anda pergi ke pasar malam terdekat dan mengamati orang yang berjualan jammu disana.Umumnya,mereka berkoar-koar menawarkan jamu dagangannya melalui load speaker yang membahana memenuhi seantero pasar malam atau alun-alun kota,kadang-kadang diiringi dengan music dangdut. Mereka begitu fasih menawarkan berbagai jamu.Kalau ada jamu tahan malu,ada baiknya anda beli kalau ingin serius merambah pasar ekspor. Anda banyak butuh adrenalin yang pastinya harus minim malu.
            Intinya,tenaga marketing ekspor itu hampir sama kok dengan pedagang jamu yang berjualan di alun-alun,kerjanya ya jualan. Kalau penjual jamu yang dijual,ya jamu.Kalau tenaga marketing ekspor (yang mayoritas didominasi ekspor furniture,garmen serta tekstil,serta handicraft). Tukang obat mencari perhatian lewat loud speaker,sesekali dengan iringan lagu dangdut heboh.Sementara itu,tenaga marketing menarik hati buyer lewat produk yang khas,berkualitas,bernilai ekspor yang terdisplay lewat website sebagai sarana pemasaran paling mudah dan mmurah,tetapi bisa menjangkau ke ujung dunia.
            Selain media website,ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk menembus pasar mancanegara,misalnya dengan mengikuti pameran yang potensial dihadiri oleh buyer internasional,baik yang diselenggarakan diluar negeri ataupun didalam negeri.namun,hal itu baru bisa dilakukan jika usaha ekspor anda sudah lebih menjanjikan,mengingat biaya yang tidak bisa dibilang murah dan persiapan yang tentu cukup rumit.
            Jika Anda adalah seorang pemula,media website adalah sarana jualan yang paling mungkin dilakukan dan minim budget.Namun,ternyata membuat website yang baik dan benar pun tidak bisa sembarangan dilakukan.Asal membuat website hanya akan membuang uang Anda melayang sia-sia karena kecil kemungkinannya website Anda bisa ter-listing dengan baik di berbagi search engine seperti Google atau Yahoo. Hal ini membuat website Anda tidak mudah ditemukan oleh buyer.Lebih lanjut mengenai how to build your export business by website,akan dibahas pada bab berikutnya.
            Secara umum,persyaratan yang biasanya diminta oleh perusahaan berskala ekspor adalah mampu berbahasa inggris dengan baik,mahir komputer dan internet,serta mampu bekerja dibawah tekanan.Tidak bisa diungkiri,tanpa kemampuan bahasa asing,minimal bahasa inggris,rasanya tak mungkin jika Anda bisa membangun networking dengan pembeli mancanegara.Kemampuan andal dalam bidang komputer dan Internet Anda perlukan sebagai sarana untuk berjualan.
            Selain itu, tanpa mental seperti yang saya sebutkan sebelumnya tahun malu dan tahan banting,rasanya anda bisa merana saat beradaptasi dengan lingkungan kerja yang memang penuh tekanan.Pekerjaan tenaga marketing ekspor memang tidak sepopuler pekerjaan di bidang kreatif yang sedang happening seperti creative director di perusahaan advertising atau berbagai pekerjaan lain di bidang tour and travel.semua bidang kerja popular tu banyak dijadikan topic pekerjaan di novel-novel yang berkisah tentang dunia orang modern dan rasanya saya belum pernah membaca satu novel pun yang bercerita tentang  pekerjaan tenaga marketing  sebagai salah satu elemen plot cerita.
            Padahal lewat pekerjaan yang tidak beken inilah,kita bisa menemukan peluang mendulang dolar,menghasilkakn devisa negara,dan merasakan pengalaman yang out of the box.Apalagi yang bisa kita dapatkan
 Dari pekerjaan ini ? bertemu banyak orang dari berbagai negara dengan segala tingkah laku mereka nan ajaib.Kemunkinan mengikuti pameran smapai keluar negeri (jualan sambil jalan-jalan atau jalan-jalan sampai jualan,itu bisa diatur) Membagun net working yang kuat dengan penjuru dunia,mengenal dan mengetahui proses produksi produk berkualitas ekspor sehingga kelak bisa mencobe usaha sendiri.
            Seorang tenaga marketing ekspor dengan jam terbang yang sudah cukup tinggi  akan “laku’ dimana-mana karena dalam industry ekspor,sang tenaga marketing lah yang menjadi ujung tombak. Bahkakn,jika memutuskan bersolo karir pun,dia bisa hidup dengan mejual hasil karya bernilai ekspor milik orang yang belum melek ekspor.

How To Get It Started

            Seorang tenaga marketing ekspor adalah ujung tombak perusahaan ekspor,penyaring dollar,negosiator andal hingga jadi “bemper” perusahaan jika sewkatu-waktu terkena complain atau claim dari buyer.Pendek kata seorang tenaga marketing ekspor adalah “nyawa” pemegang katu As, dan pemilik posisi kerja paling dinamis sekaligus paling under pressure di sebuah perusahaan ekspor.
            Jika sebelumnya Anda belum pernah punya pengalaan jadi tenaga kerja marketing ekspor,Anda bisa mengawalinya dengan menjadi seorang asisten seorang asisten tenga kerja marketing ekspor.Pada umumnya,perusahaan ekspor tidak terlalu menekankan pada latar belakang pendidikan formal.Kalaupun di iklan lowongan kerja disebutkan yang dicari adalah lulusan marketing atau ekonomi,tak ada salahnya Anda sedikit nekat untuk mengirimkan lamaran.Patut diingat, syarat yang tidak bisa ditawar adalah harus menguasai bahasa asing, minimal bahasa inggris dengan lancer,mahir computer dan internet serta bermental baja.Pada dasarnya,tidak dimiliki semua orang.Jadi,janagn khawatir belum tentu yang berlatar belakang marketing bisa menjadi marketing jempolan.Belum tentu juga orang yang menguasai 7 bahasa asing bisa menjadi marketing andal. Jika naluri jualan Anda sudah ada, yang diperlukan hanyalah sedikit polesan untuk membuat Anda menjadi tenaga marketing ekpsor yang hebat.
            Sekali lagi, believe in yourself, bekerja di perusahaan kecil bisa jadi adalah blessing in disguise alias berkat yang tersembunyi.Saya memulai karir saya bukan di perusahaan besar ,apalagi perusahaan multinasioal.Ketika kali pertama mengenal dunia marketing ekspor,saya malah mencoba di perusahaan yang baru merintis usaha ekspor furniture rotan.namun,saya memutuskan go on. Meski dengan kondisi perusahaan yang belum mapan,saya malah bisa menyederhanakan system,mempelajari hal-hal dasar tentang ekspor dengan cepat.Bayangkan jika Anda bekerja di perusahaan yang sudah besar,yang sudha pasti mempunyai devisi yang terpisah.Jejaring Anda hanya sebatas sesame tenaga marketing dan buyer.Kalau anda memiliki usaha ekspor sendiri kelak,tidak mungkin terjadi kalau Anda tidak memiliki link pengrajin yang luas.

How To Get Buyers?

            Berikut ini upaya yang bisa Anda persiapkan dan lakukan untuk menjaring buyer yang ada di sebrang lautan sana.

1.      Selidikilah Captive Market Anda
Bak Sherlock Holmes menyelidik,Anda bisa mengadakan riset dan pengamatan.Dengan demikian,Anda makin memiliki gambaran konkret tentang Negara tujuan dan ekspor yang banyak diperlukan disana.

2.      Bikin website yang Menarik
Buatlah website perusahaan yang serepresentatif mungkin.Biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan website apalagi jika disertai dengan layanan SOE ( Search Engine Optimizer) agar website Anda bisa masuk peringkat bagus di mesin pencari Google,Yahoo,atau yang alainnya walauupun tidak murah.Sangat penting untuk menampilan produk-produk anda dengan penataan yang mudah dicari browser. Variasi flash,3D, atau penarik perhatian lainnya bisa diaplikasikan.Hanya saja,jangan sampai malah membuat visi dan misi web
Site sebagai virtual product showroom malah terabaikan.Jangan lupa,tampilan website anda haruslah imformatif dan menarik.Tampilkan gambar-gambar produk yang difoto dengan profesioanal sehingga tidak berkesan asal upload.Sebagai contoh, jika produk Anda adalah furniture segala jenis.anda bisa membagi website dalam living roo,bedroom,dining room,miscellaneous.
            Agar website anda bisa meraih peringkat yang baik di search engine,sebaiknya Anda menggunakan nama website yang spesifik sesuai dengan bidang usaha Anda,bukan nama perusahaan.Untuk mencari nama website yang tepat,bagus dan belum digunakan oleh orang lain,Anda bisa mencarinya melalui website www.whois.net. Sementara itu,keywords yang banyak dicari browser bisa Anda lacak melalui www.wordtracker.com

            Yang penting,Anda mengusahakan sebaik dan secepat mungkin merespon segala enquiry dan email yang masuk.Dalam bisnis ekspor menunda pekerjaan terutama prihal merespon ini bisa menghambat dan mempengaruhi banyak hal karena berkaitan dengan sifat bisnis ekspor yang cendrung urgent dan perbedaan waktu antara negara kita dengan negara klien.

3.      Pelajari Semua Hal yang Berkaitan dengan Product Knowledge
Pelajarilah produk yang anda pasarkan,termasuk proses produksi,karakter pada produk Anda,serta apa kelemahan dan kelebihan produk anda.Tidak  mungkin anda berjualan tanpa memiliki product knowledge yang memadai,kan?
            Banyak-banyaklah belajar tentang alur produksi,kualitas,dan bahkan kelemahan produk anda.Tak tertutup kemungkinan juga,Anda bisa memperluas jejaring pada para pengrajin anda secara personal.

4.      Pahami seluk beluk regulasi dan dokumentasi ekspor     
Setelah mengenal baik seluk beluk produk yang hendak u,kini waktunya mempelajari regulasi ekspor.Salah satu caranya adalah mempelajari dokumen ekspor dasar yang mutlak diperlukan dalam bisnis ekspor,yang biasanya terdiri dari invoice, packing list, bill of loading (B/L), certificate of origin, dan certificate of fumigation.

5.      Pelajari jurus-jurus rayuan pulau kelapa
Pelajari cara bernegoisasi dengan buyer,membalas enquiry yan masuk melalui email,dan menjawab berbagai pertanyaan buyaer  tentang produk Anda.Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara untuk mengakomodasi rencana kunjungan langsung buyer.Dalam bisnis ekspor,hal yang hasrus anda ingat adalahselain menyajikan produk yang berkualitas ,keberhasilan terbesar dalam bisnis ekspor juga aditunjang oleh kepercayaan yang tinggi dari buyer Anda.Karena itu, seorang tenaga marketing ekspor  harus menjadi orang yang adaptatif,gambang menyusuaikan diri dengan berbagai tipikal dan kareakter manusia dari belahan dunia manapun. Jangan lupa untuk selalu berkepala dingin. Anda adalah ujung tombak yang sekali waktu mendapat pujian,lain kali menjadi bemper complain.Jadi, Anda tentu paham kenapa saya bilang instuisi ekspor tidak selalu identik dengan hal yang kaku dan formal terhadap buyernya,seorang tenaga marketing ekspor malah harus bisa fun to work with and fun to be with.

6.      Selarskan kondisi-kondnisi ekdpor yang disayaratkan perusahaan anda
Pelajari terms dan condition yang berlaku di perusahaan Anda.Saat anda melakukan deal atau negoisasi dengan buyer, terms dan condition ini harus dikemukakan sejak awal. Dengan demikian tidak terjadi kesimpangsiuran yang rumit antara buyer dengan perusahaan anda.Jika terms dan condition kurang disetujui buyer pada poin-poin tertentu,diskusikan untuk mendapatkan solusi yang terbaik. Saat negoisasi sudah goal dan anda membuat sales contract yang tentunya berisi segala macam order untuk buyer,jangan lupa cantumkan terms dan condition yang sudah disetujui bersama.

7.      Jika diperlukan sewalah exportlicense
           Seperti yang telah disebutkan,menjual prosuk hingga ke mancanegara itu ibaratnnya menjual jamu di alun-alun atau pasar malam. Termasuk juga dalam hal perizinan,jualan jamu di a lun-alun saja membutuhkan izin.Apalagi, untuk ekspor,lalu bagaimana cara mendapatkan izin tersebut?
           Untuk UKM atau bahkan perusahan ekspor yang sudah mapan sekalipun,meminjam export license bukanlah hal yang aneh. Hal yang penting adalah cara ini legal.Biasanya agen-agen pelayaran memiliki export license yang disewakan kepada eksportir dengan meminjam  segala perizinan telah ditanggung oleh pemilik export license tesebut.
           Ada baiknya, sebelum memulai usaha ekspor,terlebih dahulu kumpulkan informasi tentang export license yang diperlakukan oleh produk Anda (karena tiap produk mempunyai izin ekspor yang berlainan dan siapa yang biasa menyewakan izin ekspor ini.Informasi tersebut krusial karena saat anda membuat sales contract yang harus dicantumkan adalah nama perusahaan pemilik export license
           Dalam pengiriman produk sebaiknya anda menggunakan jasa perusahaan pelayaran atau freight forwarding tempat anda menyewa export license. Denag demikian regulasi akan lebih sederhana karena dari pihak pelayaran lah yang yang akan bergerak membuat original documents.Anda hanya perlu menyediakan Invoice dan packing list,untuk diberikan kepada pihak freight forwarding sebagai dasar pembuatan original documents.

           Sebaiknya, pilihlah forwarder yang memiliki kantor cabang terdekat dengan kota anda sehingga jalur komunikasi akan lebih mudag,cepat, dan hemat. Biasanya, kantor pusat freight forwarding berada di kota-kota pelabuan.

8.      Pelajari cara-cara penentuan harga
            Berikut ini beberapa jenis harga yang biasa dipergunakan dalam bisnis ekspor.
a.       Ex factory/Ex work price
           Ex-factory /Ex-work price merupakan harga barang yang ditetappkan hingga barang tersebut tersedia di pabrik atau di gudang Anda.Jenis harga ini adalah perhitunagn yang paling gampang kaarena tidak meliputi komponan lain.
b.      FOB (Free on Board) Price
           Free on Board artinyaharga yang Anda tetapkan sudah meliputi harga barang sehingga barang tersebut diserahkan ke pelabuhan dalam kondisi full container load/FCL ataupun Less Container Load/LCL.

9.      Pelajari cara bernegosiasi dengan buyer pluscara menangani claim dan order-order khusus
           Cara-cara untuk melakukan ini bisa dibaca di bab sebelumnya karena secara umum,hampir sama dengan tenga marketing ekspor. Jangan lupa,kuasai bahasa inggris yang baik dan benar agar korespondensi anda dengan buyer berlangsung dengan professional.apalagi,jika ada buyer berkunjung,jangan sampai mati gaya.

Resume buku :  
Sukses Ekspor: Cara Jitu Tembus Pasar Dunia, Teresa Soetaryo, Visi media, jakart

Senin, 30 Maret 2015

TIPS : 10 Cara Ampuh untuk Meningkatkan Penjualan Online

Apa saja yang harus Anda perhatikan untuk meningkatkan penjualan
Anda, berikut ini kami beberkan 10 cara ;
1. Perlihatkan kepada calon custumer Anda bahwa Anda begitu antusias terhadap produk dan bisnis Anda. Jika Anda antusias, maka mereka pun akan antusias, karena antusias itu bersifat menular.
2. Akhiri e-mail penjualan Anda dengan kata-kata close yang mantap. Seperti bonus tambahan, harga diskon, pengingat praktis, dan deadline order, dsb.
3. Tenteramkan custumer Anda yang melakukan komplain. Berikan jaminan refund dari uang mereka, atau berikan mereka diskon, berikan mereka bonus, berikan mereka solusinya atas masalah tsb, dsb.
4. Buat sedemikian rupa agar custumer Anda merasa tertarik terhadap bisnis Anda sehingga mereka akan menceritakan hal itu kepada rekan-rekan bisnis yang lain. Berikan mereka sesuatu yang gratis juga menarik sebagai bonus, atau sejenisnya.
5. Tumbuhkan keyakinan ekstra pada prospek Anda sehingga mereka kelak
akan membeli dari Anda. Gunakan referensi yang baik dari orang-orang yang telah menjadi custumer Anda, sehingga mereka bisa melihat siapa saja yang telah menjadi custumer Anda, berikan juga jaminan atau garansi kepada mereka, dan sebagainya.
6. Buat pada situs web Anda opt-in list sehingga pengunjung situs Anda dapat mendaftarkan diri untuk mendapatkan e-books, software, kontest, atau sesuatu yang gratis yang dapat ditukar dengan alamat e-mail mereka, karena secara psikologi mereka lebih suka mendapat sesuatu yang bagus gratis walaupun mereka sanggup membelinya.
7. Jangan lupa prinsip aturan 80-20, artinya 80% dari isi situs Anda harus berisi informasi atau hal-hal yang disukai secara umum bagi para pengunjung sedangkan sisanya 20 % atau kurang berisi profil perusahaan Anda serta produk atau jasa yang Anda pasarkan.
8. Upayakan apabila custumer Anda membeli sesuatu dari Anda, mereka mendapatkan sebagian atau sedikit dari apa yang mereka pesan hal itu bisa dalam bentuk sesuatu yang mereka bisa dapatkan secara online.
9. Tulis sebuah artikel ke sebuah penerbit dari suatu newsletter online, Dan hendaklah hal itu dalam bentuk artikel yang bersifat informasi jangan bersifat iklan.
10. Perlihatkan kepada prospek Anda bahwa Anda adalah seorang yang pakar di bidangnya, karena hal tsb dapat meyakinkan mereka. Anda dapat menerbitkan sebuah artikel, menulis sebuah ebook, dan sejenisnya.
Demikian 10 cara ampuh yang bila Anda terapkan, anda akan melihat nilai penjualan Anda meningkat, dan sekaligus Anda dapat mempertahankan custumer Anda secara tetap.
Sumber: Bob Julius Onggo
Bob Julius Onggo adalah Chief editor pada situs webnya, sekaligus sebagai pembicara di berbagai seminar dan forum pemasaran dan bisnis online, dan kolomnis tetap di majalah InfoNet sekarang InfoKomputer dan Bisnis Komputer serta pemulis di Majalah Warta Ekonomi juga artikelnya dijumpai di Majalah Profesi HRD serta di beberapa tabloid, surat kabar, dan majalah. Beliau juga sering menjadi pembicara tamu dari beberapa perusahaan maupun beberapa Universitas Terkemuka di Indonesia (www.bjoconsulting.com)

TIPS : 10 Kiat Memulai Bisnis yang Sukses

Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dan membuatnya sukses.
1. Kerjakan apa yang Anda sukai. 
Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau memberikan nasehat keuangan.
2. Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja.
Berapa lama paling banyak orang bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis baru Anda benar-benar membukukan keuntungan. Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika Anda memasuki proses memulai bisnis.
3. Jangan kerjakan hal tersebut sedirian.
Anda membutuhkan dukungan ketika memulai bisnis (dan setelahnya). Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberikan ide dan akan mendengat secara simpatik hingga hal penting tarakhir memulai bisnis tidak ternilai harganya.
4. Pertama dapatkan klien atau pelanggan.
Jangan menanti sampai Anda telah secara resmi memulai bisnis hingga garis ini, karena bisnis Anda tidak dapat bertahan tanpa mereka. Kembangkan jaringan atau network, buat kontak. Jual atau berikan produk atau jasa Anda. Anda tidak dapat memulai pemasaran terlalu cepat.
5. Tulis perencanaan bisnis.
Alasan penting membuat rencana bisnis adalah langkah ini dapat membantu Anda menghindari habisnya waktu dan uang mwmulai bisnis yang tidak akan sukses.
6. Lakukan riset.
Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan ide yang bagus.
7. Dapatkan bantuan profesional.
Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda bukan seorang akuntan, hire lah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, hire lah 1 orang. Anda akan membuang lebih waktu dan mungkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya.
8. Dapatkan uang.
Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jatuh ke belakang. Jangan mengharapkan memulai bisnis dan kemudian berjalan ke dalam bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa pembuktian track records.
9. Jadi lah profesional semenjak memulai.
Segala sesuatu tentang Anda dan cara Anda menjalankan bisnis membuat orang-orang tahu bahwa Anda seorang profesional yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua pelrengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan.
10. Jalankan hukum dan keluarkan pajak dengan benar pada kali pertama.
Hal tersebut lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan mengerjakannya setelah itu. Apakah bisnis anda butuh teregistrasi? Akankah Anda harus memiliki asuransi untuk karyawan atau deal dengan pajak gaji? Akan bagaimana bentuk bisnis yang Anda pilih mempengaruhi situasi pajak pendapatan Anda? Pelajari kewajiban pajak dan hukum sebelum Anda memulai bisnis dan mengoperasikannya.


kliksave : smbzone.indiatimes.com

Tips Menggaet Pelanggan Agar Tetap Lengket

Seringkali dalam berbelanja, orang membeli sebuah produk tidak tergantung pada kualitas barangnya semata. Sikap ramah pelayan, suasana nyaman yang sengaja dihadirkan oleh pemilik usaha juga memberikan pengaruh yang besar bagi pembeli untuk betah berlama-lama memilih barangnya hingga akhirnya memutuskan untuk membeli. Bahkan tidak jarang bagi pembeli yang terpuaskan akhirnya menjadi pelanggan yang setia. Lalu trik jitu apa yang bisa dilakukan para pengusaha untuk membuat pembeli menjadi pelanggan yang loyal?
“Uh…..jutek banget sih pelayannya, bikin kapok buat datang lagi,”ujar seorang ibu saat mendapatkan pelayanan yang tidak memuaskan dari sebuah toko pakaian di suatu pusat perbelanjaan. Gerutuan semacam itu tentu tak mengenakkan baik bagi konsumen maupun bagi pemilik usaha. Sebab kejadian di atas tak hanya membuat pembeli malas melakukan transaksi tetapi juga enggan untuk kembali lagi ke tempat usaha semula. Sementara bagi pemilik usaha, ia kehilangan kesempatan menuai keuntungan akibat sikap karyawan yang minus terhadap konsumen. Padahal sesuai dengan pepatah lama, yang menganggap seorang pembeli adalah raja mewajibkan pemilik usaha untuk memberikan service sebaik mungkin kepada pelanggannya.
Dan bagi pemilik usaha yang menyadari hal tersebut, segala macam cara akan dilakukan guna mewujudkan kepuasan pelanggan seperti yang dilakukan oleh Budi Utama, pemilik Global Cellular dalam merangkul pelanggan. “Sejak pertama membuka usaha saya berusaha semaksimal mungkin menyenangkan pelanggan misalnya saja memberikan air mineral kepada setiap calon pembeli 5 menit setelah mereka datang. Sebenarnya sifatnya lebih kepada cara kita menjamu mereka. Saya juga tidak merasa rugi jika ternyata si calon pembeli tidak jadi melakukan transaksi,”tutur Budi, Cara Budi ini terbilang efektif untuk menggaet pelanggan. Buktinya ia mampu mengembangkan usaha jual beli handphone-nya dengan cepat. Tak heran, jika pada awalnya ia hanya memiliki satu lapak untuk berjualan maka sekarang ini ia mampu mengembangkan cabang hingga 5 buah dengan omzet per bulannya mencapai ratusan juta rupiah.
Yuliana Agung, seorang pengamat marketing menyebutkan pada dasarnya seseorang sangat tertarik untuk membeli suatu produk tergantung pada kebutuhan dasarnya. Misalnya saja jika ia ingin membeli baju maka biasanya yang paling diperhatikan adalah kualitas bahan, design atau style-nya yang bagus. Sementara apa yang dilakukan para penjual dengan memberikan minuman atau camilan seperti manisan hanyalah suatu bentuk pelayanan atau servis agar konsumen atau pembeli merasa lebih senang sehingga tertarik untuk membeli dan menjadi pelanggan yang selalu setia untuk datang.
“Pada dasarnya proses pelayanan adalah overall dimulai dari sapaan, tatapan mata, intonasi, volume, dan bagaimana cara pemiliki usaha mendengarkan dan memberikan pelayanan kepada calon pembelinya. Namun demikian yang paling penting adalah kualitas barang-barang yang dijual. Dengan memberikan produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan konsumen maka kita sudah dapat memberikan pelayanan maksimal sebesar 75 persen, sementara masalah layout, kemasan atau packaging hanya sebesar 25 persen dari total semua pelayanan yang diberikan,”urai Yuliana Agung. Sementara untuk masalah sikap dan perilaku pelayanan sulit untuk dilakukan identifikasi besarannya sebab hal itu sesuatu yang sangat subyektif dan tidak ada standar bakunya, namun demikian Yuliana Agung meyakini bahwa sikap yang baik akan mendorong sukses tidaknya seorang calon pelanggan mau melirik produk yang dihasilkan oleh pemilik usaha.
Dua Strategi Menggaet Calon Pelanggan dan Melanggengkannya.
Mencari pelanggan tentu saja bukan perkara mudah apalagi untuk mempertahankannya agar terus loyal pada produk yang ditawarkan. Sebab menurut Yuliana Agung, tidak ada sesuatupun yang tetap dan loyal dalam dunia bisnis kecuali jika terjadi suatu monopoli. “Setiap orang tentu saja ingin mencoba sesuatu yang baru, tidak mungkin jika selamanya mereka hanya setia pada satu produk saja kecuali jika ada monopoli. Misalnya saja pada monopoli telepon seluler oleh Telkomsel dahulu, sehingga pelayanan apapun yang diberikannya akan tetap diterima konsumen baik pelayanan tersebut baik ataupun buruk karena hanya itu satu-satunya hal yang bisa dilakukan, ”ungkapnya.
Namun demikian Yuliana menambahkan bahwa pada dasarnya loyalitas pelanggan bisa bertahan lama jika produk tersebut mampu berinovasi artinya membuat improvisasi sehingga tampilan produknya menjadi lebih dinamis sebab jika pemilik usaha hanya bertahan pada satu jenis produk dengan tampilan yang biasa-biasa saja maka impian mendapatkan pelanggan yang setia akan hilang dengan sendirinya. Salah satu bentuk inovasi misalnya saja dengan membuat sesuatu barang menjadi lebih detil. “Kalau untuk usaha sepeda motor misalnya, yang harus diperhatikan detilnya adalah pada bagian sparepart-nya,”tambah Yuliana.
Untuk membuat calon pelanggan menjadi pelanggan, Yulianan Agung memberikan strategi jitu yaitu dengan menggunakan strategi akuisisi yaitu menonjolkan produk yang dijual sehingga nantinya orang akan membeli produk bukan pelayanannya misalnya saja pembelian detergen dan juga shampo. Tetapi untuk kasus yang mementingkan pelayanannya misalnya sekolah maka ia bisa melakukan dengan cara pendekatan secara psikologis. Sementara untuk membuat pelanggan mau menjadi pelanggan yang setia sebaiknya dilakukan dengan strategi ritensi, dengan memuaskan setiap keinginan pelanggan meski itu juga belum cukup kuat sebab banyak kompetitor yang datang.
Untuk itu dalam strategi ini ada tiga hal yang wajib dilakukan:
1.Meningkatkan produktivitas barang atau produk yang telah dihasilkan misalnya dengan membuat produk yang unik yang tidak dimiliki oleh tempat lain.
2.Pemilik usaha harus memperhatikan harga yang dipasang pada produk yang dihasilkan.
3.Selalu membuat ikatan emosional dengan pelanggan. Pada hal yang terakhir inilah peran service sangat dominan. Sebab keputusan membeli seseorang juga sangat dipengaruhi oleh perlakuan yang diterimanya
Tips Menggaet Pelanggan
Bagi Anda yang memiliki usaha sendiri, mengumpulkan pelanggan adalah suatu keharusan untuk mendongkrak keuntungan. Tapi perlu dicatat bahwa usaha akan tetap eksis jika pelanggan yang datang tak hanya sekali saja bertandang tetapi dengan loyal selalu datang untuk mengkonsumsi produk yang kita hasilkan baik itu produk riil ataupun yang berupa jasa.
Karenanya, tips jitu menggaet pelanggan berikut ini perlu dicoba:
(1). Hal pertama yang wajib dilakukan untuk membuat pelanggan terus setia pada produk yang anda tawarkan adalah dengan melakukan strategi positioning yang bagus dan komunikasi yang tepat. Maksudnya dalam menawarkan produk cobalah untuk menggunakan cara pemasaran yang tepat sesuai dengan segmen market yang disepakati. Jangan lupakan juga masalah kualitas sebab secara psikologis, orang akan lebih tertarik untuk melakukan transaksi setelah terlebih dahulu melihat kualitas produknya. Kemudian lakukan komunikasi yang baik dengan pelanggan baru maupun pelanggan lama.
(2). Setelah memiliki produk unggulan yang berkualitas dan menampilkan keramahan terhadap para pelanggan maka kenyamanan juga akan memberikan nilai plus terhadap calon pembeli. Sebab semakin nyaman orang berada di suatu lingkungan maka kemungkinan untuk datang lagi juga akan semakin besar.

MENCARI IDE DAN PELUANG BISNIS

Persoalan mencari ide usaha memang salah satu masalah utama bagi calon wirausahawan. Anda mungkin pernah atau bahkan sering bertemu dengan orang yang mengungkapkan keinginannya untuk mempunyai usaha sendiri namun tak kunjung juga menemukan ide usaha yang pas. Padahal kalau kita mau, ide usaha bisa diperoleh dari mana saja mulai dari apa yang kita lihat di lingkungan sekitar, apa yang kita dengar sehari-hari, melihat potensi diri sendiri, mengamati lingkungan sampai dengan meniru usaha orang lain yang sudah sukses.
Intinya, ide bisnis bisa dipilih dari upaya pemenuhan apa yang dibutuhkan manusia tersebut, mulai dari kebutuhan yang menyangkut ujung kaki sampai dengan ujung rambut, dari kebutuhan primer, sekunder dan kebutuhan akan barang mewah. Tapi tentu saja perlu diingat bahwa berbisnis sesuai dengan karakter dan hobi kita akan lebih menyenangkan, dibandingkan dengan bisnis yang tidak kita sukai. Kita akan lihat dari mana saja ide usaha itu bisa kita dapatkan.
Kalau Anda perhatikan di lingkungan sekitar Anda, begitu banyak dan beragam jenis usaha yang ada. Anda tentu berpikir bagaimana awalnya pelaku usaha tersebut mendapatkan ide usahanya sehingga bisa berjalan dan berkembang seperti sekarang ini. Tapi kalau Anda cermati, ternyata usaha-usaha tersebut kebanyakan meniru usaha-usaha lain yang telah ada, misalnya usaha internet café, bengkel, rumah makan, biro jasa, minimarket, laundry, even organiser, dan lain-lain. Dalam mewujudkan ide usaha menjadi bisnis, tidak ada suatu keharusan bahwa ide tersebut benar-benar orisinil, bisa saja ide ini hanya merupakan pengembangan dari bisnis yang sudah eksis. Ini membutuhkan kreativitas dari seorang calon wirausahawan.
Kebanyakan para calon pengusaha terjebak dengan pemikiran bahwa ide bisnis haruslah original, lain daripada yang lain. Kalau bisa mendapatkan ide bisnis yang original, itu sangat bagus. Itu berarti Anda mampu menciptakan pasar, Misalnya usaha pembuatan dokumeter proses kelahiran bayi, BabyBorn, merupakan usaha yang pasarnya diciptakan oleh pengusahanya. Sedangkan usaha-usaha yang umumnya sudah ada adalah usaha yang diciptakan karena adanya kebutuhan pasar, yang kemudian pengusaha tersebut berusaha untuk memenuhinya. Misalnya usaha jasa kuras septic tank ada karena banyak orang yang membutuhkan jasanya. Usaha salon ada karena banyak orang yang perlu merawat tubuhnya, Toko bahan bangunan dibuat karena banyak penduduk sekitar yang memerlukan bahan bangunan untuk membangun dan merenovasi rumah, biro jasa pengurusan surat-surat ada karena untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang malas berurusan dengan birokrasi yang ribet.
Tegasnya, sukses tidaknya suatu bisnis tidak terletak apakah yang bersangkutan sebagai penemu ide bisnis atau bukan, tetapi lebih merupakan kemampuan untuk mengoptimalkan kelebihan spesifik dari ide bisnisnya. Ide menjual kue donat bukanlah hal yang baru. Namun, ketika Anda bisa memberikan nilai lebih dibandingkan dengan donat-donat lain di pasaran, baik kreasi bentuk, isi, ukuran, dan tentu saja rasa, maka Anda bisa menawarkan hal yang berbeda dan memberikan nilai tambah.
Inspirasi Bisnis
Semua yang bisa kita lihat bisa dijadikan inspirasi untuk membangun usaha dan membuat kita lebih kaya. Contohnya, kalau kita melihat tubuh seseorang, kita bisa gali ide usaha dari apa yang kita lihat mulai rambut sampai kaki. Misalnya kalau melihat rambut orang, kita bisa membuat usaha salon, jepit rambut, ramuaan penyubur rambut, dan lainnya. Kalau Anda melihat kaki seseorang, Anda bisa mendapatkan ide untuk membuka usaha jasa pijat refleksologi, membuat usaha sandal dan sepatu, membuat keset, dan lainnya. Juga berlaku terhadap apa yang anda lihat dan perhatikan disekeliling Anda.
Orang yang mampu menjadikan segala sesuatu yang ia lihat sebagai inspirasi bisnis mungkin tergolong kelompok yang mampu menciptakan pasar. Ini sebuah kemampuan istimewa dan harus dimiliki oleh seorang pengusaha.
Saya seringkali mendengar pendapat pakar entrepreneur mengatakan bahwa hanya 10% bisnis yang sukses hanya dengan sekali melangkah dan rata-rata, sebelum menemukan bisnis yang sukses, pengusaha mengalami kegagalan lebih dari lima kali. Artinya sebagian besar pengusaha menemukan kemapanannya setelah mencoba mewujudkan gagasan bisnis untuk yang kesekian kali. Itu berarti, semakin cepat orang mendapatkan gagasan dan merealisasikan ide, semakin dekat pula dia pada kesuksesan. Bagi saya, pendapat tersebut ada benarnya, namun di sisi lain sedikit tidaknya itu bisa mematahkan semangat calon pebisnis pemula, maka dari itulah informasi ini sengaja disusun agar Anda sebagai calon pengusaha mendapatkan bekal pengetahuan yang cukup dan bisa mempersiapkan diri sebelum terjun ke dunia usaha untuk mencapai kesuksesan serta dapat menghadapi situasi terburuk yang mungkin terjadi, sehingga Anda tahu apa yang harus dilakukan agar tidak mengalami kegagalan berusaha.
Mengembangkan Ide Bisnis
Ide bisnis bertebaran di mana-mana. Banyaknya jenis usaha yang ada di sekitar Anda menunjukkan bahwa ide bisnis bisa didapat dari pemenuhan kebutuhan orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Anda bisa membayangkan kebutuhan hidup Anda selama ini, kemudian dapat Anda pikirkan siapakah yang sudah memanfaatkan kebutuhan Anda tersebut untuk mendapatkan rejeki dari Anda. Saya yakin umumnya kebutuhan Anda hampir sama dengan kebutuhan orang-orang lainnya termasuk saya.
Gagasan bisnis yang berpotensi tak harus kita cari dengan benar-benar memeras otak atau bersemedi untuk menunggu wahyu dari langit. Berikut beberapa ladang penyedia gagasan bisnis yang dapat Anda gali:
1). Mengenal Diri Sendiri
Silakan Anda kenali diri sendiri. Temukan hobi, kegemaran, kemampuan, jaringan personal, serta potensi diri sendiri yang bisa Anda sulap menjadi sebuah kegiatan bisnis yang menguntungkan. Banyak contoh pengusaha yang sukses dengan ‘mengomersilkan’ dirinya sendiri.
a.Ide dari Pekerjaan dan Keterampilan.
Keterampilan yang sudah kita miliki dan kembangkan dan pekerjaan telah sekian lama kita tekuni dan jalankan merupakan sumber yang kaya akan ide bisnis yang tepat untuk kita. Alasannya? Dari sinilah insting bisnis kita dibentuk dan dipupuk. Banyak orang memilih ide usaha dari pekerjaan yang pernah mereka tekuni dan keterampilan yang sudah mereka miliki. Misalnya seseorang karyawan yang pernah bekerja di sebuah travel agent dan menjadi operasional manager di perusahaan tersebut sebelum akhirnya terjun untuk membangun travel agentnya sendiri. Dari pekerjaannya ini, ia mengembangkan keterampilan teknis dan manajemen, serta mengembangkan jaringan perkenalan dengan orang-orang yang tepat yang harus dihubungi di bisnis yang ia tekuni tersebut. Contoh lain, ada orang yang juga pernah bekerja di pabrik roti, sehingga ia mempunyai keahlian membuat segala jenis roti dan mempelajari manejemen bisnis tersebut, sehingga memutuskan untuk membuat pabrik roti sendiri. Coba Anda renungkan kira-kira bisnis apa yang sesuai dengan pekerjaan dan keterampilan Anda saat ini dan sekiranya cocok untuk Anda jalankan di lingkungan Anda.
b.Ide dari Minat dan Hobi.
Ide usaha juga bisa dimulai dari sesuatu yang Anda akrabi baik minat atau hobi yang Anda miliki. Kedua hal ini merupakan sumber yang memiliki kekuatan yang ampuh dalam membangun keyakinan serta motivasi bagi kita untuk memulai usaha. Umumnya orang tidak merasa terbeban untuk melakukan yang ia senangi dan akrabi. Ini merupakan modal kuat bagi seorang pengusaha yang menekuni dunia yang memang ia cintai. Kalau dari kecil suka bikin kue atau memasak, bisa bikin usaha seputar makanan, kalau suka musik dan pandai memainkannya, bisa buka sekolah musik dan studio musik. Beberapa olahragawan nasional seperti Susi Susanti, Elfira Nasution, dan Ade Rai, mengembangkan usaha mereka di jalur yang sesuai dengan minat, hobi, dan pengalaman kerja: menjadi pelatih, membuka sekolah olah raga, toko peralatan olah raga dan pusat kebugaran. Bahkan kalau Anda hobi cuap-cuap dan suka bergaul kenapa tidak membuat even organiser, kini banyak perusahaan atau individu yang memanfaatkan jasanya.
c.Ide dari Pengalaman.
Pengalaman dan pengetahuan yang ditimba sebelumnya memberikan landasan yang kuat untuk melahirkan ide dan mewujudkannya ke dalam bisnis, serta cara-cara penanganannya mulai dari memproduksi barang sampai memasarkannya ke konsumen. Tidak hanya pengalaman diri sendiri, tapi juga pengalaman orang lain selain merupakan guru yang baik, juga merupakan sumber ide bisnis yang kaya. Jika pengalaman tersebut adalah pengalaman buruk, maka tentunya kita tidak ingin pengalaman tersebut terulang lagi. Kita akan berusaha mencari jalan “baru” untuk menghindari kesulitan dan masalah yang pernah kita alami. Jalan baru inilah yang memacu munculnya ide-ide bisnis yang brilian. Contoh, taruh kata Anda seorang karyawan kontraktor sipil yang sering berhubungan dengan pemasok material dan para mandor pekerja. Mengapa tak menggunakan pengalaman dan jaringan Anda untuk membikin usaha kontraktor kecil-kecilan yang melayani pembangunan rumah di sekitar Anda?
2). Amati Kebutuhan Lingkungan Terdekat
Selain pengalaman, pengamatan ternyata juga adalah sumber ide bisnis yang tak habis-habisnya. Dari pengamatan akan segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita, kita bisa menemukan kebutuhan-kebutuhan pasar yang belum terpenuhi, ataupun sudah terpenuhi tapi belum memuaskan konsumen, yang bisa kita jadikan peluang bisnis. Bahkan, pengamatan ini merupakan keterampilan yang wajib dimiliki seorang pengusaha. Pada prinsipnya, identifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi merupakan konsep dari upaya membangun usaha. Dari pengamatan ini, banyak ide bisnis dan peluang bisnis yang bisa terus digali untuk dikembangkan. Misalnya dari hasil pengamatan terhadap masyarakat, kita bisa lihat dan mengidentifikasi kesibukan orang tua banyak yang tidak memungkinkan mereka untuk mengantar-jemput anak-anak mereka sekolah sehingga kebutuhan pelayanan antar jemput anak sekolah merupakan suatu peluang bisnis yang dapat dijalankan.
Para pengusaha sukses banyak yang mendapatkan ide usaha dari mengetahui kebutuhan dirinya sendiri serta lingkungan terdekatnya. Pengusaha kuras WC dan saluran air memulai usahanya karena ia melihat peluang itu dari kebutuhannya dahulu yang tidak terpenuhi. Pengusaha salon kecantikan banyak memulai usahanya karena kebutuhan dirinya sendiri dalam merawat tubuhnya, sehingga menjadikannya sebagai ide bisnis. Pengusaha warung nasi, juga mengawali usahanya karena kebutuhannya dan orang-orang di sekitar perumahannya akan makanan siap saji kurang terpenuhi.
Kalau Anda tinggal dalam lingkup perumahan, tentu Anda amati bahwa kebutuhan hiburan bagi anak-anak begitu tinggi. Tapi sejauh ini belum ada tempat yang menyediakan fasilitas semacam itu, adanya hanya di supermarket dan mall yang jauh dari lingkungan perumahan. Kalau anda mempunyai modal untuk membuat tempat hiburan anak atau taman bermain dengan fasilitas lengkap, pastilah banyak anak-anak dan orangtuanya yang datang untuk bersenang-senang. Merekapun tak perlu pergi jauh untuk menyenangkan anak-anaknya.
3). Gagasan dari Media Massa
Kalau Anda tengah mencari ide usaha, media massa bisa menjadi sumber gagasan bisnis. Dengan menyimak prakiraan cuaca, misalnya, mungkin terbetik ide di kepala kita untuk memproduksi mantel sepeda motor yang murah. Saat mengetahui jalanan Jakarta semakin macet gara-gara penambahan jalur busway, bisa jadi muncul ide bagi anda untuk menjual sarapan siap saji yang bisa disantap para pengemudi mobil sembari bermacet-ria.
Contoh lain, berita kenaikan harga BBM dan rencana peningkatan tarif listrik sudah dimanfaatkan pengusaha yang jeli untuk memasarkan produk-produk penghemat energi. Maraknya pencurian sepeda motor juga sudah dimanfaatkan para pakar elektronik untuk memproduksi dan menjual sistem pengaman sepeda motor tambahan.
Hematnya, bisnis ini berhubungan dengan ‘ketepatan timing’ dalam memulai suatu usaha yang merupakan suatu komponen penting sukses tidaknya bisnis. Tentu saja kita tidak akan menjual perahu karet atau jas hujan di musim kemarau atau sebaliknya menjual es teler pada musim dingin atau musim hujan.
Tapi, ada satu hal yang mesti Anda ingat kalau hendak mencari ide dari media massa. Jangan gampang terpengaruh dengan artikel-artikel yang bercerita tentang peluang bisnis sendiri. Soalnya, cerita tentang peluang seperti itu pasti juga dibaca banyak orang yang sebagian juga tertarik untuk menirunya. Akhirnya, peluang ini tak menjadi peluang lagi karena terlalu banyak pasokannya.
4). Ide dari Berbagai Iklan Koran dan Yellow Pages
Halaman iklan di koran, majalah, tabloid, internet dan buku telepon bukan hanya menyediakan nomor telepon dan alamat. Kalau Anda cermati, di sana tersaji informasi bermacam-macam bentuk bisnis. Nah, siapa tahu beberapa di antaranya sesuai dengan kompetensi Anda? Atau, siapa tahu sebagian di antaranya sesuai dengan segmentasi pasar yang Anda kenal? Kalau memang begitu, Anda tinggal perlu menimbang apakah bisnis serupa bisa Anda usung dan wujudkan di lingkungan Anda sendiri.
Kalau Anda berniat menjadikan iklan di media dan buku telepon sebagai sumber inspirasi, pilih media atau buku telepon dari daerah lain yang sekelas atau setara dengan daerah tempat tinggal Anda. Cermati juga karakter calon pelanggannya. Kalau memang serupa, Anda tinggal perlu keberanian untuk menirunya.
5). Ide Bisnis Dari Kegagalan dan Kesuksesan Orang Lain.
Orang bijak mengatakan “Belajarlah dari kegagalan orang lain”. Tidak ada salahnya belajar bisnis dari yang gagal. Mengapa? Karena ada kemungkinan kita bisa memulainya dengan kesuksesan. Kegagalan bisnis yang dilakukan orang lain, merupakan pelajaran penting bagi Anda untuk mengoreksi jalan yang salah menjadi benar dan lebih baik lagi. Namun demikian, belajar dari yang sukses pun sangat dianjurkan, karena dengan demikian Anda telah belajar memulai sistem yang sudah terbukti berhasil.
6). Ide Dari Buku, Majalah dan Tabloid. 
Sumber pengetahuan dan pengalaman bisnis bukan hanya kita dapat dari bekerja pada perusahaan tertentu saja, karena saat ini banyak sekali sumber pengetahuan dan pengalaman bisnis yang bisa kita dapatkan. Kalau Anda rajin ke toko buku, atau lapak majalah, cukup banyak buku-buku, majalah-majalah dan tabloid terbitan yang membahas mengenai kewirausahaan dan serta menyajikan informasi-informasi mengenai peluang usaha, pengalaman wirausahawan, berbagai tips dan kiat usaha yang dapat menyegarkan pikiran Anda, sehingga Anda dengan leluasa bisa memilih, bisnis apa yang sesuai dengan karakter dan kemampuan Anda. Beberapa rekomendasi untuk Anda, dan patut dibaca adalah: Tabloid Peluang Usaha, Majalah Pengusaha, Majalah Duit, Tabloid Kontan. Dari tabloit dan majalah tersebut Anda akan memperoleh banyak ide bisnis. Misalnya : melayani kebutuhan, menjual eceran, menjual penemuan, duplikasi usaha, menjual ketrampilan, usaha pelatihan, usaha keagenan, barang koleksi, buka kantor konsultan, bisnis MLM, membeli waralaba, membeli usaha prospektif, membeli usaha yang bangkrut, membuka kios, atau pun usaha bersama.
Seorang wirausahawan pemula juga dianjurkan untuk selalu kreatif dan jeli dengan bisnis yang dijalankannya, artinya selalu melakukan diversifikasi produk atau pengembangan produk agar memiliki varian lebih banyak dengan cara melakukan inovasi terhadap produk-produk dan pelayanan yang sudah ada dan melakukan kreasi untuk produk-produk baru yang belum pernah ada sebelumnya, sehingga konsumen tidak jenuh. Salah satu cara bisa ditempuh dengan mengunjungi usaha-usaha sejenis di daerah lain, sehingga Anda bisa menilai kelebihan apa yang sekiranya bisa Anda lakukan terhadap produk Anda.
Juga bisa dengan melakukan survey melalui kartu opini atau berinteraksi dengan konsumen, sehingga Anda mengetahui sejauh mana produk atau jasa Anda bisa memuaskan konsumen, apa yang sebenarnya dinginkan konsumen, dan apa saja kekurangan produk dan pelayanan Anda yang perlu segera dibenahi dan ditingkatkan.
Satu lagi yang perlu diingat agar bisnis yang akan kita jalankan harus sesuai dengan peraturan ada. Sebaiknya jangan sampai melanggar ketentuan yang berlaku. Jangan karena ingin mendapatkan keuntungan yang besar lalu kita bisnis barang bajakan, barang palsu atau menjual barang terlarang lainnya. Dan jangan pernah melakukan penipuan dan kecurangan. Boro-boro dapat untung, malahan kita bisa masuk bui.
kliksave : www.miswans.com/mencari-ide-dan-peluang-bisnis.html


Sabtu, 28 Maret 2015

Five Big Ideas for Becoming a Customer Centric Organization

Customers have changed

The reality is that life on this planet is changing. It’s more connected, more empowered and more impatient. We are all part of this change and the pace of acceleration is giving Moore’s law a run for its money. Rights and privileges once taken are never returned. While digital music might have been a disappointment for Neil Young, it still disrupted analog distribution because the consumer wanted music to be more portable and more readily available. We might long with nostalgia for turn tables and record stores, but we are not giving up our iPhone/iPod any time soon. Time to face the music, the nature of being a customer has changed, and by extension, business has changed.

What it means to serve a customer, who is changing out from under you, becomes an exercise in business model agility. The most critical success criterion for business agility is clarity of vision. When you understand how your customer shapes your market, the business tactics become very clear and the organizational complexities become less confused (note: I never said easy). Customer centricity is a CEO and Board level discussion because it is directly tied to business strategy.

Here are five best practices I’ve seen with companies taking a more modern approach to their business.

1) Listen more than you talk – What is true in life, is even more so with customer relationships. You are way more likeable if you listen first and talk second. You have more useful things to say and you are [generally] less annoying. In the era of 24-hour news cycles and social media, this is hard. Technology can help but only if you let it. It is possible to get big and small insights but you need a structural way to leverage them. Too often I see customers listening and only leveraging a subset of the insights, because the group in charge of technology is tied to a single business function. Building an organization that is intellectually curious, that seeks understanding, and respects the wisdom of the crowds, even when [especially when] it is unpleasant, unclear and unvarnished.

2) Employee Engagement matters – Customer centricity requires every part of the organization to participate as it’s the mission critical. Organizations that don’t invest in their employees are going to experience breakdowns. Engaging the employees first, so that they can reflect your brand vision, is the most critical investment you can make. Sharing with your employees your vision, your plans and how you are listening to your customers, makes them better equipped to support your mission.

3) A dose of humility is a good thing – This bit is probably the most controversial but also the most powerful. As power shifts so does the value of humility. Instead of shouting out what’s so great about your product or your company, how about talking about your customers and what is great about them? How about making the customer the hero of your product story, not the product itself. This kind of thinking opens up whole new opportunities on how you service, promote and build products. How you think about the sales lead funnel and how you see market opportunity. Humility. It’s really a big idea. What this does is open up opportunities for vulnerability and transparency. It allows you to share things that didn’t work so great and show how you are trying to improve. It suggests you could be imperfect and it leaves room for the customer to step up and advise and support your company. Hint: They already are pretty clear on where you need to improve anyway.

4) Trade control for co-creation – Since we already have acknowledged that control is no longer an option for business, how about opening up to the idea of Co-creation. Modern companies are leveraging customer feedback at the large and small scale, to help prevent problems, improve outcomes and even take new products to market. The opportunity to leverage the community to help you serve them better, is a virtuous cycle that benefits everyone. Today the best examples of this are often based on serendipity, but I am hopeful for a day where this becomes the norm and not the exception. As an innovator, I see this as very exciting to create better products more quickly, leveraging the value of the network.

5) Review your KPIs – Now that you know there are new business opportunities available to you in this era of Customer Centricity – you need to think about how to drive this strategy to operational effect. Examine your key performance indicators (KPIs). Are they optimized for alignment to your business objective of customer centricity? Are you able to measure the real top and bottom line impact of putting the customer first? Are you capturing the evidence that helps you build lasting value for your business? It’s time to make sure you’re investing in the right things to make your business grow, and we all know we can’t manage what we don’t measure.
The business of business is getting more complex every day, but so are the innovations. Letting your customers become part of your competitive advantage is how you will win.

klicksave : https://blogs.oracle.com